Begini Tips Agar Kolam Renang Anda Semakin Nyaman

Anda termasuk pemilik kolam renang pribadi di rumah? nah tulisan ini admin akan membagi tips bagaimana caranya agar kolam renang anda semakin betah dan nyaman

kolam renang

Gunakan Genset

Genset merupakan seperangkat alat yang berguna untuk membackup daya listrik saat terjadi pemadaman dari PLN. Tentu akan sangat mengganggu bukan bila saat anda sedang asik berenang dan saat itu terjadi pemadaman listrik. Nah dengan adanya genset anda tidak perlu khawatir lagi saat terjadi pemadaman listrik. Genset bisa anda dapatkan di gudang genset di surabaya PT Rajawali Indo Utama : https://rajawalindo.com/genset-perkins-2/

Gunakan Lapisan Anti Bocor untuk Kolam Renang yang Terbaik

Latar belakang munculnya DAMDEX, waktu itu ada seorang yang menawarkan konsep baru tentang solusi anti bocor. Orang itu menemukan formula berbahan kimia dari Jerman dan Saya tertarik untuk mengembangkan bisnisnya. Itu tahun 1984” ujar Michael Chandra, pemilik produk DAMDEX , si waterproofng yang sangat terkenal ini. Menurut Michael, Sejak awal diperkenalkan di pasar hingga saat ini, brand produk ini bernama DAMDEX, artinya ‘DAM” itu bendungan yang fungsinya membendung air, sementara “DEX” itu untuk buat heboh saja. Fungsi awal terkenalnya memang sudah anti bocor sejak dulu, waktu itu hanya untuk pelapis dan menyumbat air mengalir. “Semua problem kebocoran bisa diselesaikan oleh DAMDEX, dan istimewanya produk ini bisa meningkatkan mutu beton dan sekaligus membuat beton lebih kedap air.

Kendati dalam kondisi basah di kolam renang, DAMDEX ini bisa menambal kebocoran kolam renang dalam waktu singkat” jelas Michael Chandra yang mengaku produk temuannya bersama orang Jerman ini telah mendapat tempat dihati masyarakat Indonesia. Menurutnya, DAMDEX adalahwaterproofng cement based, sementara produk waterproofng lainnya menggunakan bahan yang berbeda. Waterproofng cement based umum disebut waterproofng dua komponen, yaitu campuran semen dan bahan additive khusus untuk meningkatkan kualitas struktur beton dan sekaligus beton menjadi lebih kedap air.

Dengan demikian DAMDEX memiliki manfaat ganda, walau awalnya banyak orang yang merasa repot mencampurkan dua komponen itu. Namun ketika merasakan hasilnya, mereka banyak yang suka” ujar pemilik brand DAMDEX sekaligus owner kontraktor kolam renang Prima Pool ini. “Pada tahun 1984, pengguna DAMDEX saat itu masih sebatas pada perumahan yang rumahnya bocor, termasuk pemilik kolam renang.

Dulu permintaan buat kolam renang naik omzetnya, kini justru omzet DAMDEX nya yang naik” ujarnya sambil tertawa. “Kami punya dua line bisnis, Prima Pool yang bergerak dibidang pembuatan kolam renang dan DAMDEX pelapis anti bocor. Sejak awal berdiri, kami lebih dikenal sebagai kontraktor kolam renang, Pak Michael mendapat suatu kesepatan kembangkan suatu produk dan produk ini yang saat ini kita kenal dengan nama DAMDEX menjadi supporting dari Prima Pool” ujar Bobby, General Manager Prima Pool dan DAMDEX ini.

Menurut Bobby, dalam perjalanannya kita tak bisa ciptakan chanel bisnis sendiri. Ada market project dan market ritel, projectuntuk buat kolam renang dan ritel untuk jual DAMDEX secara meluas. Keduanya saling support satu sama lain. “Jaringan distribusi kami terus berkembang pesat dari Sabang sampai Merauke, ada sekitar 45 jaringan distribusi dengan 8 ribu toko yang menjual produk kami di seluruh Indonesia” ujar Bobby lagi yang tetap optimis untuk terus menggenjot omzet penjualannya ke angka yang lebih tinggi. Michael menambahkan, campuran beton dengan DAMDEX (Integral waterproofng) sudah sangat keras dan rekat sehingga beton menjadi lebih kedap air.

Pelapis anti bocor ini kuat sekali dan tak bocor dalam waktu lama. “Kualitas waterproofng DAMDEX bersifat ganda, pertama dari campuran beton itu sendiri yang sudah dicampur DAMDEX (Integral waterproofng), lalu yang kedua, lapisan akhir (coating) bagian atas juga pakai DAMDEX, maka sudah dapat dipastikan kekuatan kolam renang yang kita bangun bersifat anti bocor. Kekuatannya bisa dikatakan seumur hidup” papar Michael Chandra menggaransi kualitas produk dan jasa buat kolam renangnya ini.

Keunggulan DAMDEX yang Tak Terpungkiri DAMDEX sangat ampuh tangani kebocoran kolam renang. Michael Chandra berpendapat bahwa selama kolam itu tidak rusak secara struktur (kualitas beton) maka kolam renang tersebut ia jamin tak akan pernah bocor. “Berbicara kolam renang, tak hanya soal anti bocor saja tapi juga harus memperhatikan sisi estetika. Kelebihan kami, sistim struktur dinding kolam renang menggunakan sistim panel beton prefab, artinya panelnya sudah kami cor secara fabrikasi, jadi di site tinggal merangkai modul-modul panel tersebut sesuai design dan kebutuhan.

Adapun system struktur lantai beton tetap dilakukan pengecoran on site” jelas Bobby. Ia menambahkan lagi, proses pengerjaan waterproofng kolam renang dengan cara mencampurkan additive DAMDEX Multifungsi ke dalam beton segar (Integral waterproofng) dan tambahan lapisan akhir waterproofng di atas beton (coating) akan membuat kolam renang sangat aman dari kebocoran. “Cara ini sudah kami uji di laboratorium secara independen bahwa beton yang sudah dicampur additive DAMDEX Multifungsi menjadi lebih cepat kering dan anti bocor.

Hanya menambahkan maksimum 2% additive DAMDEX Multifungsi dari berat semen, ilustrasinya semen satu sak 50 Kg dan dicampurkan dengan 1 literadditiveDAMDEX Multifungsi, maka proses pengeringannya bisa kita percepat hingga 14 hari” jelas Bobby uraikan teknis pencampuran additive DAMDEX Multifungsi.

Bobby menambahkan lagi, jika beton normal tanpa additive, normalnya akan kering maksimum pada usia 28 hari. Dengan menambahkan additive DAMDEX Multifungsi 2% dari semen maka kualitas beton yang 28 hari itu bisa sama kuatnya dengan beton usia 14 hari. Inilah keunggulan additive DAMDEX Multifungsi dibanding produk lainnya.

“Setidaknya ada tujuh keunggulan additive DAMDEX Multifungsi yang tak dimiliki produk waterproofng lain, yaitu pertama, sebagai anti bocor, kedua merupakan campuran beton yang baik agar cepat kering dan perkuat beton itu sendiri, ketiga, berfungsi sebagai campuran plesteran, keempat, sebagai campuran acian, kelima, campuran pemasangan bata, keenam, ampuh menyumbat air dalam posisi air yang sedang mengalir, dan ketujuh dapat merekatkan keramik dalam air tanpa menguras air” jelas Michael Chandra panjang lebar.

Michael menambahkan lagi, saat ini telah diperkenalkan ke pasar produk DAMDEX Warna/Primer, produk yang hanya khusus untuk pelapis anti bocor cement based berwarna, artinya waterproofng ini tersedia dalam berbagai pilihan warna. Warna tidak akan berubah walaupun dicampur dengan semen.

Produk ini sangat sesuai untuk melapis dinding-dinding tepi bangunan maupun sebagai pengganti cat genteng beton, fungsi utama waterproofng nya didapatkan, nilai warna sebagai estetikanya juga diperoleh. Keunggulan lain dari DAMDEX Warna/Primer, walaupun DAMDEX Warna/Primer telah dicampur dengan semen, jika campuran masih tersisa maka campuran masih bisa digunakan esok hari (tidak mengeras) dengan catatan kemasan harus dalam kondisi tertutup sempurna.

“Untuk kasus kebocoran dinding bak air yang tak bisa dikuras airnya (kondisi air mengalir), campuran semen dengan additive DAMDEX Multifungsi bisa menjadi solusi. Cukup sumbatkan campuran semen dengan additive DAMDEX Multifungsi ke lubang dinding yang bocor, lalu tekan dalam beberapa waktu, maka campuran semen dengan additive DAMDEX Multifungsi akan mengeras dan membatu walaupun ada tekanan air” jelas Chandra mendemokan betapa ajaib produk ini.

Bobby menjelaskan kembali, ketika menggunakan waterproofng yang bahan dasarnya cement based maka waterproofng tersebut tidak hanya sekedar melapis saja tetapi akan menyatu dengan medianya, karena media bahan bangunan juga berbasis semen. Dengan demikian kualitasnya menjadi lebih baik. additive DAMDEX Multifungsi akan masuk ke dalam dan mengisi pori-pori beton yang ditinggalkan oleh air pada saat pengeringan beton sehingga beton kembali menjadi padat sempurna dan kedap air.

Untuk warga kota jogja, mesin generator set bisa pula anda peroleh di jogja dengan berkunjung ke situs https://rajawalindo.com/products/jual-genset-yogyakarta/

Polisi Tembak Mati Satu Begal Pembunuh Wanita di Tangerang

Polisi menangkap satu orang yang diduga begal sekaligus penembak Sarifah di Tangerang. Pria berinisial R alias M ini ditangkap pada Rabu lalu di Pekanbaru dalam pelarian menuju Medan, Sumatera Utara.

“Tersangka ini residivis dan sudah ada lima laporan kasus yang sama masuk ke kami juga,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, di kantornya kemarin. Sarifah ditusuk dan ditembak oleh dua begal di depan toko pulsa di Cipondoh, Tangerang, pada 4 Juli lalu.

begal

Saat itu Sarifah di atas sepeda motor, sedang menunggu suaminya yang tengah membeli pulsa. Kedua pelaku, yakni R dan J, yang mengendarai sepeda motor, kemudian menghampiri dan berusaha mengambil sepeda motor Sarifah. Tak rela sepeda motornya diambil paksa, Sarifah berusaha mempertahankannya.

berita sebelumnya : http://dp4j.com/mesin-genset-diesel-terbesar-di-dunia/

Kemudian J melepaskan tembakan ke dada kiri Sarifah, lalu melarikan diri meninggalkan Sarifah yang tewas. Sebelum memburu pelaku, polisi memeriksa kamera perekam atau CCTV di sekitar lokasi kejadian.

Petugas lantas membuat sketsa wajah para pelaku untuk mengidentifikasi sebagai bekal pengejaran. Argo mengatakan, dalam penangkapan, R akhirnya tewas karena ditembak polisi dalam perjalanan menuju sejumlah lokasi yang pernah menjadi target operasinya.

Menurut dia, R ditembak mati karena berusaha mengambil senjata polisi. “Dia sempat lari dan loncat, sehingga kami ambil tindakan tegas,” ujarnya. Menurut dia, tersangka R bertugas sebagai joki dalam setiap pembegalan bersama rekannya yang kini masih buron, yakni J. Sedangkan J merupakan eksekutor yang menembak dan menusuk Sarifah, 34 tahun.

Sementara itu, Kepala Sub-Direktorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Jerry Siagian, menjelaskan timnya sudah mengantongi informasi yang cukup tentang J, tersangka lain yang masih diburu. “Memang eksekutornya berinisial J,” kata Jerry, “Semoga (J) segera tertangkap.”

Mesin Genset Diesel Terbesar di Dunia

generator atau mesin daya listrik ini terdiri dari berbagai jenis dan ukuran. Ukurannya mulai dari sebesar televisi ukuran 24’’ sampai sebesar truk. Namun ada genset ukuran raksasa yang jauh dari pada itu. dan salah satu genset terbesar itu ada di indonesia, tepatnya di kota medan, sumatera utara.

Ukuran genset terbesar didunia ini adalah dengan panjang mencapai 300 meter, lebar 46 meter, dan tinggi  60 meter Gross Register Tonnage (GRT) sebesar 90.084 ton.. Ukurannya disebut sebut mengalahkan besarnya kapal legendaris yang dijadikan film ‘titanic’ yang ukuran panjangnya hanya mencapai 269 meter. Fantastik bukan? Genset ini diangkut dari turki dengan kapal. Kapal genset ini di beri nama karpowership zeinep sultan.

Mesin Genset Diesel Terbesar di Dunia

Kelebihan genset ini antara lain yaitu mudahnya perakitannya, meski ukurannya besar. merakitnya hanya perlu waktu kurang dari satu  tahun. Berbeda dengan genset darat yang memerlukan waktu lebih jauh dari pada itu. selain itu, genset ini juga bersifat portabel, jadi mudah dipindahkan kemana-mana untuk membantu pasokan listrik daerah-daerah tertinggal.

Genset ini didapat dari kerjasama indonesia dengan negara turki.  Perusahaan turki bahakan telah mendatangai kontrak kerjasama untuk membantu pasokan setrum listrik di sejumlah wilayah indonesia selama lima tahun.

Di tahun 2017, kapal genset ini sampai di indonesia  tepatnya berlabuh di perairan Belawan, medan pada Jumat 19 mei. kapal ini disandarkan di Dermaga Khusus PLTU Sicanang, Belawan, pada 21 Mei 2017. Keberadaan kapal genset ini diharapkan dapat menutupi serta mengantisipasi defisit listrik dalam jangka pendek dan memperkuat sistem kelistrikan khususnya di Sumatera Utara.

Kapal genset ini cukup membantu PLN untuk mengalirkan listrik di sumatera. Kapasitas daya yang dihasilkan pun tak main-main yaitu mencapai  470 Mw atau 470.000.000 watt. Jadi tak ada lagi pemadaman listrik lagi di wilayah Sumatera Utara, juga daerah-daerah lainnya.

Sekarang ini genset-genset berbagai ukuran diciptakan untuk memenuhi kebutuhan listrik yang semakin meningkat, sehingga semua kebutuhan dapat terpenuhi dan berjalan semestinya. Banyak juga perusahaan yang jual genset bali ukuran besar untuk perusahaan-perusahaan dengan kebutuhan daya listrik diatas 10 kw. Jadi, perusahaan-peruhaan dengan pekerjaan yang membutuhkan tenaga listrik besar tak perlu khawatir akan kebutuhan listrik besarnya.

Keperluan dengan genset besar sekarang ini bukan masalah yang berat, pasalnya telah hadir CV. Rajawali diesel ditengah-tengah kita. Perusahaan tersebut merupakan importir resmi beragam jenis mesin genset di Indonesia dan sudah dipercaya oleh perusahaan besar, pemerintahan, rumah sakit dan sector lainya.

Sebagai importir besar tentunya perusahaan tersebut memiliki toko di beberapa kota besar. Seperti toko jual genset Jakarta yang lokasinya sangat strategis dan mudah di jangkau dengan kendaraan pribadi ataupun kendaraan umum.

Bilamana anda membeli genset di perusahaan tersebut, dipastikan mendapat harga yang murah dari kompetitor lainya. Selain itu setiap unit mesin generator set ada garansi kurang lebih selama 2000 jam.

Angka Kemiskinan yang Membingungkan

Angka kemiskinan diributkan lagi belakangan ini. Saya teringat pada Profesor Sajogyo. Dosen mata kuliah sosiologi pedesaan di kampus IPB ini gampang dikenali: jenggot putihnya panjang menjurai. Pembawaannya tenang, bicaranya hampir tanpa emosi.

Barangkali karena selalu menjaga kalori makanan, beliau berumur panjang. Wafat di usia 85 tahun pada 2012. Sajogyo dikenang sebagai “Bapak Sosiologi Pedesaan Indonesia”. Karyanya yang terkenal adalah garis kemiskinan. Ini ukuran yang dipakai untuk menyatakan seorang penduduk itu miskin atau tidak.

Garis kemiskinan versi Sajogyo dipakai luas sejak 1977. Dan baru tujuh tahun kemudian pemerintah memakai garis kemiskinan versi Badan Pusat Statistik (BPS). Ukuran Sajogyo sederhana. Orang-orang yang termasuk dalam golongan miskin adalah jumlah konsumsi pangan yang kurang dari nilai tukar beras sebesar 240 kg dalam setahun di pedesaan atau sekitar 369 kg beras jika di dalam perkotaan.

Hitungan Sajogyo itu berasal dari nilai kalori minimal yang harus dikonsumsi manusia. Bank Dunia juga punya ukuran yang simpel. Kalau seseorang tak mampu mengeluarkan US$ 1,9 per hari untuk membeli pangan, maka dia tergolong miskin. Badan Pusat Statistik lebih suka alat ukur yang njelimet.

Ada dua garis kemiskinan: garis kemiskinan makanan dan non-makanan. Garis kemiskinan makanan dihitung dari pengeluaran seseorang untuk membeli pangan setara dengan 2.100 kalori. Tidak kepalang tanggung, ada 52 jenis makanan yang masuk survei sosial-ekonomi nasional BPS.

Sedangkan garis kemiskinan non-makanan dihitung dari kebutuhan minimum seseorang akan perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan. BPS mengukur 51 jenis komoditas di kota dan 47 jenis komoditas di pedesaan.

Sulit untuk tidak percaya pada pengukuran BPS ini. Sebagai lembaga pemerintah non-kementerian, BPS agaknya paham betul betapa sensitifnya pengukuran kemiskinan ini. Kemiskinan (juga pengangguran) sering kali menjadi komoditas politik.

Selalu menjadi bahan debat kelompok pendukung pemerintah dan barisan pengkritik, terutama pada masa menjelang pemilihan presiden seperti sekarang ini. Contohnya ketika BPS melansir angka kemiskinan 2015 sampai 2018 belum lama ini.

Pada Maret 2015, jumlah orang miskin 28,59 juta atau 11,22 persen penduduk. Pada 2018, juga di bulan Maret, jumlahnya 25,95 juta atau 9,82 persen. Mereka yang pro-pemerintah bilang: untuk pertama kali angka kemiskinan di bawah dobel digit, ini yang paling rendah sejak tiga tahun lalu.

Kelompok ini mengatakan program penyaluran beras untuk kelompok berpenghasilan rendah berhasil. Barisan pengkritik akan bilang: orang miskin tetap saja banyak secara absolut. Penduduk Australia hanya 24,13 juta, kalah banyak dengan penduduk miskin Indonesia. Debat begini bisa tak berkesudahan.

Padahal yang terpenting adalah membuktikan apakah pemerintah serius dalam mengurangi angka kemiskinan atau hanya menjadikan program pemberantasan kemiskinan sekadar politik “bedak dan lipstik” untuk mendongkrak elektabilitas.

Pembuktian bisa dimulai dari menilai kemandirian BPS dalam mengukur angka kemiskinan ini. Yang ideal, BPS mandiri melakukan survei, tidak diperintah untuk bekerja setelah lembaga pemerintah membagi-bagikan beras “rastra”.

Bila BPS diatur melakukan survei setelah beras dibagi, hasil survei jelas terkesan manipulatif. Tapi bagi kelompok miskin, pilihannya hanya satu: lebih baik pemerintah membagi-bagi beras ketimbang tidak membagikan apa pun.

Tempat Beli Genset Paling Murah di Jogja

Bisa dikatakan Jogjakarta merupakan kota yang memiliki jumlah pemuda kreatif yang sangat banyak. Tidak hanya itu, mereka juga berpikiran maju dengan berani ambil resiko terjun di dunia UKM.Sehingga bisnis UKM di Jogjakarta juga terbilang tumbuh subur. Kami selaku toko jual genset Jogja, menawarkan genset generasi terbaru untuk mendukung produktivitas bisnis UKM di Jogja khususny mereka yang bisnisnya cukup bergantung pada peralatan yang menggunakan listrik seperti bisnis laundry, barber shop, batik dengan canting listrik dan lain sebagainya.

Tempat Beli Genset Paling Murah di Jogja

Jual Genset Di Jogjakarta Untuk Kemajuan Bisnis UKM Jogja

Salah satu ide kreatif dari para pelaku UKM di Jogjakarta adalah bagaimana membuat proses produksi semakin cepat dan praktis. Alat dengan menggunakan tenaga listrik sering dipilih. Sebagai contoh, dulu dan saat ini, masih banyak yang melakukan proses pembatikan dengan menggunakan canting tradisional. Tetapi, bisnis UKM mulai melirik canting dengan menggunakan tenaga listrik.Hasilnya lebih cepat dan praktis. Hanya saja, pembatikan akan terganggu ketika terjadi pemadaman. Nah, kami banderol harga jual genset cummins diesel di kota-kota di Jogjakartatipe open silent dengan harga terjangkau untuk membantu mendukung kemajuan produksi bisnis UKM do Jogja. Genset ini sangat cocok untuk mereka.

Kenapa genset open silent type ini sangat cocok untuk para pelaku bisnis UKM di Jogja?Tentu, jawabannya tidak jauh berbeda dari beberapa keunggulan genset tipe open silent ini.Selain banyak pilihan ukuran daya, tentu yang paling menonjol adalah kemudahan pengoperasian dan juga perawatannya.Banyak yang menjual genset di Jogjakarta, yang hanya menawarkan genset tipe biasa saja dimana genset tersebut cukup sulit pengoperasian dan perawatannya.Belum lagi bahan bakar yang cukup boros. Berbeda dengan tipe open silent ini.

Anda yang masih muda dan energik, tentu akan merasa lebih nyaman ketika menggunakan mesin genset yang lebih praktis. Bahkan di sini, Anda bisa menggunakan genset tersebut dengan sistem otomatis jika menginginkannya. Sehingga ketika terjadi pemadaman secara mendadak, genset akan beroperasi dengan sendirinya dan langsung memberikan suplai daya listrik. Seharusnya, toko yang tawarkan harga genset di kota-kota di Jogjakarta juga memahami kebutuhan konsumen dengan baik serta karakter konsumen mereka.Untuk bisnis UKM, tentu tidak cocok dengan genset tipe biasa yang berisik, daya yang dihasilkan kecil, boros, belum lagi polusinya.Tidak ramah lingkungan.

Untuk itulah, sebagai kesimpulan, sebaiknya para pelaku bisnis UKM di Jogjakarta khususnya yang memanfaatkan peralatan elektronik, untuk memperhatikan dengan betul daya listrik yang mereka butuhkan. Sebagai toko yang menjual genset di Jogjakarta secara professional, kami menyadari jika Anda memiliki mesin genset tipe open silent ini, Anda bisa menghemat biaya produksi atau tagihan listrik karena genset ini bisa dimanfaatkan sebagai penambah daya atau daya cadangan saat listrik padam.

Saatnya Peternak Ayam Berbenah

Pasca diberlakukannya kebijakan pelarangan penggunaan AGP (Antibiotic Growth Promoter) dan anti koksi dalam pakan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 14/Permentan/ Pk.350/5/2017 Tentang Klasifikasi Obat Hewan, keluhan muncul dari berbagai peternakan ayam ras yang ada di Indonesia.

Saatnya Peternak Ayam Berbenah

Berbagai strategi dan saran perbaikan diusulkan para pakar agar peternak produksi peternakan tetap optimal. Berdasarkan pengamatan Peneliti dan Ahli Teknologi Nutrisi Ternak, Balai Penelitian Ternak, Ciawi Bogor, Budi Tangendjaja, dilaporkan banyak terjadi serangan penyakit baik pada broiler (ayam pedaging) maupun layer (ayam petelur) setelah implementasi pelarangan penggunaan AGP dan anti koksi dalam pakan. Contoh kasus seperti yang terjadi di Banyuwangi dan Jember Jawa Timur.

Ia menyatakan, biosekuriti yang menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan penularan penyakit dari satu farm ke farm lainnya, faktanya tidak hanya secara struktural tapi operasional juga bermasalah seperti dalam hal mendapatkan air minum yang bagus. Pemeliharaan ayam masih rendah sanitasinya, ketika membuka air sumber minum ternyata telah terkontaminasi bakteri, sehingga menjadi kesulitan peternak. “Ini semua kendala bagi peternak. Di salah satu kunjungan ke peternakan di Blitar dan Jember Jawa Timur telah 2 periode ayam yang dipelihara penyakitan terus dan tidak sembuh-sembuh, ternyata air minum dekat dengan selokan. Contoh lain peternak di Madura Jawa Timur memelihara ayam dengan pemanas dari kayu yang asapnya sangat menyakiti,” papar Budi. Tak hanya untuk pemeliharaan dengan model open house (kandang terbuka), model closed house juga pada kenyataannya di lapangan tak menjamin hasilnya bagus.

“Kondisi peternakan ayam kita masih sangat sulit dan dengan kebijakan ini berbagai macam komposisi pakan diperlukan agar ayam mendapatkan gizi yang maksimal melalui kondisi pemeliharaan yang maksimal pula,” tegasnya. Menurut Budi, ayam memerlukan imbuhan pakan untuk mencegah timbulnya penyakit. Klasifikasi imbuhan pakan ini bermacam-macam seperti anti jamur, pellet binder, dan antioksidan supaya pakan tidak tengik. “Pemberian imbuhan pakan mempengaruhi kesehatan hewan dan mencegah timbulnya penyakit. Seperti AGP yang merupakan antibiotik yang dimasukkan ke pakan dalam jumlah sedikit untuk menekan bakteri jahat sehingga ayam tumbuh optimal,” ujarnya. Mengingat bakteri dalam pencernaan ayam sangat banyak, apalagi jika dipelihara dalam keadaan tidak suci hama maka diperlukan AGP untuk menangkal bakteri yang tidak diinginkan atau tidak menguntungkan. “Mikroba paling umum seperti Clostridium yang menyebabkan NE (Necrotic Enteritis), E. coli dan Salmonella yang mengkontaminasi air minum. Semua bakteri ini mencegah nutrisi masuk optimal ke dalam tubuh ayam,” katanya.

Sebelum dilarang, AGP di lapangan berfungsi mencegah infeksi sedang, mengurangi produksi racun dan penggunaan zat gizi oleh bakteri, meningkatkan sintesa vitamin, serta menipiskan dinding usus sehingga penyerapan zat gizi lebih baik. “Bukti AGP penting, dari hasil riset umumnya ada perbaikan di level produksi dari 0-20 %. Perbaikan efisiensi antara 3-5 % yang membuat ongkos produksi menjadi menurun. 1 poin FCR (Rasio Konversi Pakan) dapat menutupi biaya AGP sehingga biaya yang dikeluarkan untuk AGP sebanding dengan keuntungan yang didapat,” kilahnya.

Budi berpendapat, dengan dilarangnya penggunaan AGP dan anti koksi dalam pakan dibutuhkan solusi alternatif pengganti AGP dengan menggunakan bahan seperti prebiotik, probiotik, asam organik, phytogenic (ekstrak tanaman), enzim, minyak atsiri, mineral, atau serat tidak larut. “Tapi semua bahan tidak langsung dapat menggantikan AGP. Banyak informasi di lapangan, pelaku kesulitan menggantikan AGP dengan bahan tertentu dan tidak semua bisa berjalan di lapangan jika manajemen pemeliharaan yang dilakukan buruk,” tekannya. Imbas dari kesulitan akibat pelarangan penggunaan AGP dan anti koksi dalam pakan itu, peternak menge luhkan penurunan produktivitas, umur panen bertambah 2 hari, FCR meningkat, dan IP (Indeks Performa) menurun. “Penggunaan antibiotik di air minum dan anti koksi juga meningkat. Antibiotik yang diimpor untuk pengobatan juga meningkat,” ungkapnya.

Mengingat, AGP bertujuan untuk menyehatkan usus dan pengganti AGP belum bisa memecahkan masalah karena bakteri di dalam usus sangat kompleks sehingga sulit untuk mengendalikannya. “Di Denmark penggunaan antibiotik sebagai terapeutik naik ketika AGP dihentikan, resistensi juga tidak menurun dari Streptococcus. Maka yang bisa dilakukan oleh peternak adalah mempertahankan keke- balan dan kesehatan usus melalui biosekuriti baik secara struktural maupun ope rasional,” saran Budi. Selain itu, yang bisa dilakukan peternak adalah mempersiapkan kandang sebaik mungkin sebelum chick in. Seminggu pertama pemeliharaan sangat krusial karena pencernaan ayam sedang berkembang, kontaminasi perlu dicegah, sanitasi harus dan monitoring kondisi ayam harus diperhatikan. “Kebijakan pelarangan penggunaan AGP ini mau tidak mau harus diterima dan peternak harus memperbaiki kondisi kandangnya.

Pengunaan Antibiotic Growth Promoter (AGP) Dilarang Pemerintah

Isu pemerintah akan mengeluarkan kebijakan pelarangan penggunaan AGP (Antibiotic Growth Promoter) dalam pakan telah santer terdengar di kalangan pelaku usaha peternakan khususnya perunggasan 4 tahun terakhir. Isu ini pun menjadi topik perbincangan yang hangat di kalangan stakeholder peternakan. Pro kontra atas akan diberlakukannya kebijakan ini pun mengemuka baik dalam kegiatan/acara formal maupun informal. Pemerintah berencana mengeluarkan kebijakan pembatasan/ pelarangan penggunaan AGP merujuk pada Undang-Undang No 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan (sebelum direvisi menjadi UU No 41 Tahun 2014).

Pengunaan Antibiotic Growth Promoter

Kebijakan ini mengacu pada pasal 22 ayat 4 c yang menyebutkan, setiap orang dilarang menggunakan pakan yang dicampur hormon tertentu dan/atau antibiotik imbuhan pakan. Selain itu, pemerintah beralasan, langkah ini merupakan semangat dan tuntutan global dalam meminimalkan resistensi antibiotik, dan melindungi konsumen dari dampak negatif penggunaan antibiotik yang tidak tepat. Selama ini berdasarkan peraturan yang ada, ada 30 jenis antibiotika dan antibakteria yang dapat digunakan sebagai imbuhan pakan. Dari golongan antibiotik adalah avilamisin, avoparsin, envamisin, flavomisin, higromisin, kitasamisim, kolistin, lasalosid, linkomisin, maduramisin, monensin, narasin, nastatin, salinomisin, spiramisin, tiamulin hidrogen fumarat, tilosin, virginiamisin, zink basitrasin. Sementara antibakteri meliputi aklomide, amprolium, butynorate, klopidol, decoquinate, ethopabate, halquinol, olaquindoks, dan sulfanitran.

Dua tahun berselang, tindak lanjut atas penerapan kebijakan ini nyaris tak terdengar. Di akhir 2016 isu ini kembali menyeruak setelah dirilisnya hasil kajian Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies (CIVAS). TROBOS Livestock pun kembali mengangkat isu ini sebagai topik utama pada Edisi 209/Februari 2017. Hasil kajian CIVAS bersama sejumlah konsultan ahli kesehatan dan kesehatan hewan di 3 lokasi studi yaitu di Kabupaten Sukoharjo, Klaten, dan Karanganyar Provinsi Jawa Tengah bisa menjadi gambaran ancaman resistensi antimikroba yang kian nyata.

Hasil survei yang berlangsung selama 3 tahun mulai September 2013 hingga Agustus 2016 terhadap responden peternak, pekerja peternakan, dan masyarakat menunjukkan lemahnya fungsi pengawasan serta pengendalian praktik penggunaan antibiotik yang tidak bertanggung jawab dan tidak bijak di peternakan maupun di masyarakat. Setelah ditunggu-tunggu kepastiannya oleh stakeholder peternakan, Menteri Pertanian, Amran Sulaiman akhirnya menandatangani Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 14/Permentan/ PK.350/5/2017 tentang Klasifikasi Obat Hewan efektif pada 9 Mei 2017.

Regulasi yang diundangkan pada 12 Mei 2017 ini salah satu poin pentingnya adalah pelarangan penggunaan AGP (Antibiotic Growth Promoter) dan anti koksi sebagai imbuhan pakan. Adapun daftar obat hewan yang dilarang menurut Permentan No. 14/2017 dikategorikan menjadi A) Kelompok obat hewan yang dilarang untuk dicampur dalam pakan sebagai imbuhan pakan (feed additive) untuk ternak produksi (antibiotik); B) Kelompok obat hewan hormon tertentu dilarang untuk ternak produksi (hormon sintetik); C) Kelompok obat hewan tertentu yang dilarang yang mencakup obat hewan yang dilarang dicampurkan dalam pakan sebagai imbuhan pakan (feed additive) (Argentum Proteinat (Colloidal Silver), Asam Lisergik Dietilamida (LSD), Dimetridazol, Dipiron, Fenilbutazon, Zat Warna: Gentian Violet Rhodamin, Metil Yellow, Metil Red, Malachite Green, Auramin, Metil Violet, Ponceu 3R, Golongan beta 1-adrenergic agonist, Golongan beta 2-adrenergic agonist, Golongan Pestisida kecuali Cyromazine, Ipronidazol, Karbadoks, Roksarson, Karbon Tetraklorida, Thalidomide); serta obat hewan yang dilarang pemakaiannya secara oral, parenteral dan topikal (Amphetamine, Dihydrostreptomycin (DHS), Kloramfenikol, Nitrofuran, Fenilbutazone, Golongan beta 1-adrenergic agonist, Golongan beta 2-adrenergic agonist, Karbadoks, Karbon Tetraklorida, Olaquindoks, Roksarson, Thalidomide, Antibiotik yang dicampurkan dengan vitamin, mineral, asam amino dan obat hewan alami, Obat hewan alami yang dicampur obat hewan sintetik).

Pemerintah pun efektif memberlakukan kebijakan ini di seluruh tanah air sejak Januari 2018. Dalam Permentan ini pun dicantumkan sanksi bagi yang melanggar yang tertuang pada Pasal 26 yang berbunyi setiap orang yang melanggar ketentuan Pasal 5 ayat (2), Pasal 9 ayat (2), Pasal 11 ayat (2), Pasal 13 ayat (2), Pasal 16 ayat (2), Pasal 18, dan Pasal 24 ayat (4) dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. UU No 41 tahun 2014 Pasal 22 ayat 4 C berbunyi setiap orang dilarang menggunakan pakan yang dicampur hormon tertentu dan/atau antibiotik imbuhan pakan. Dan Pasal 87 berbunyi setiap orang yang melakukan pelanggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 ayat (4) dipidana dengan pidana kurungan paling singkat 3 (tiga) bulan dan paling lama 9 (sembilan) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp 75.000.000,00 (tujuh puluh lima juta rupiah) dan paling banyak Rp 750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah).

Kebijakan sudah ditegakkan, berbagai persoalan di lapangan mengemuka dari para peternak ayam. Dicabutnya AGP dan anti koksi dalam pakan membuat tantangan penyakit di kandang semakin meningkat, performa dan produktivitas ayam menurun, panen mundur, serta biaya produksi peternak membengkak. Di sisi lain penggunaan antibiotik untuk pengobatan meningkat.

Solusi yang komprehensif untuk mengatasi dampak yang timbul di lapangan perlu segera direkomendasikan pemerintah, para pakar, dan stakeholder terkait agar persoalan tidak berlarutlarut serta produksi dan produktivitas ayam bisa normal kembali. Ber bagai upaya itu harus diiringi dengan perbaikan manajemen pemeliharaan dan peningkatan kapasitas operator di peternakan agar produksi dan produktivitas ayam bisa optimal. Disamping itu, pengawasan penggunaan antibiotik untuk pengobatan pada ayam juga perlu dioptimalkan oleh pihak berwenang untuk mencegah terjadinya resistensi antibiotik kepada manusia. Semua itu harus dilakukan demi keamanan pangan.

Memberantas Penyakit Gumboro Yang Menyerang Ayam

Di lapangan, serangan penyakit di peternakan selalu menjadi tantangan bagi peternak. Jika kondisi lingkungan dan manajemen pemeliharaan peternakan tidak mendukung, ayam akan sangat rentan terkena penyakit. Pemilik Cita Adnan Sejahtera Farm (CAS Farm) Ade Sukirman mengisahkan pengalamannya. Di peternakan broiler (ayam pedaging) miliknya yang berlokasi di Rajapolah, Tasikmalaya Jawa Barat pernah terkena penyakit gumboro atau Infectious Bursal Disease (IBD) terutama pada masa pancaroba atau peralihan musim seperti saat ini.

Penyakit Gumboro Yang Menyerang Ayam

“Biasanya pada saat pancaroba, peralihan musim hujan ke panas atau dari panas ke hujan ayam sangat rentan terkena gumboro. Kejadian kematian ayam meningkat selama 3-7 hari,” ungkapnya kepada TROBOS Livestock. Apabila tidak tertangani dengan baik, kematian akan terus berlanjut dan bertambah komplikasi penyakit yang menyerang ayam. “Biasanya kasus penyakit yang muncul gumboro dulu.

Jika tidak tertangani dengan baik maka akan diikuti dengan penyakit lain seperti E. coli, CRD, dan ND. Kalau ini sampai terjadi maka akan sangat sulit untuk memulihkannya lagi,” tandas Ade. Pengalaman Ade bersentuhan dengan gumboro, dari total populasi ayam yang dipelihara sebanyak 95.000 ekor, terdapat 2 kandang dengan populasi masing-masing 4.500 dan 5.000 ekor yang terkena gumboro. Ayam mengalami penurunan feed intake atau asupan pakan, pertambahan berat badan hariannya menjadi melambat, serta kematian meningkat sampai 10 %. “Dari analisa yang dilakukan, akibat feed intake yang rendah, tingkat stres ayam yang meningkat, biosekuriti yang lemah dan tidak ketat menyebabkan terjadinya serangan gumboro,” kilahnya.

Dari pengamatan Ade, gumboro biasanya menyerang broiler di antara umur 18-22 hari atau 27-29 hari. Ayam yang terkena gumboro terlihat lemah, lesu, mendekem tidak bergerak, tidak mau makan, posisi ketika mati biasanya kakinya menjulur ke belakang, duburnya basah dengan cairan putih atau hijau. Apabila dilakukan bedah bangkai maka akan terlihat di dalam bursalnya terjadi pendarahan serta di antara gizzard dan proventiculus terlihat pendarahan berbentuk garis merah.

Mengantisipasi agar tidak terjadi kerugian yang lebih besar akibat gumboro ini, Ade segera melakukan seleksi ayam yang sakit dan melakukan karantina; menyemprot lingkungan luar dan dalam kandang dengan desinfektan sebanyak dua kali dalam sehari; memberikan larutan gula merah di pagi dan sore hari melalui air minum ayam sebanyak 2 kg per 100 liter air; serta memberikan parasetamol dan hestamin plus vitamin C pada siang hari. “Semua itu dilakukan selama 3-5 hari tergantung perbaikan kesehatan ayam yang terjadi,” tegasnya. Ade menekankan, ketika peternakannya terserang gumboro, ia tidak melakukan booster mengingat kurang efektif karena usia broiler yang pendek. Ia justru berupaya meningkatkan stamina ayam melalui pencapaian feed intake, pemberian vitamin, menghilangkan stres pada ayam, dan menciptakan lingkungan kandang yang steril dan bersih. “Upaya yang saya lakukan untuk mencegah munculnya kasus gumboro melalui istirahat kandang yang cukup, sterilisasi kandang yang baik menggunakan disinsfektan dan formalin, vaksinasi gumboro, mengurangi faktor pencetus stres pada ayam, feed intake harus masuk sesuai standar, dan memperketat biosekuriti kandang,” paparnya.

Kasus Tertinggi di Broiler
Dalam setahun terakhir, perkembangan kasus gumboro di Indonesia masih relatif tinggi kejadiannya. Namun seiring musim penghujan berlalu, kasus gumboro mulai menurun. “Ada 3 faktor yang menyebabkan munculnya gumboro di farm yaitu yang berkait an dengan sistem perkandangan, program pencegahan penyakit, dan tingkat sanitasi/desinfeksi yang dilakukan,” terang Tech- nical Department Manager PT Romindo Primavetcom, Agus Damar. Penyakit viral yang bersifat akut dan sangat mudah menular ini memiliki gejala utama seperti adanya diare encer berwarna putih, depresi, bulu berdiri, tremor, dan mortalitas mulai pada hari ke-3 pasca infeksi dan akan meningkat serta mencapai puncak dalam waktu 2-3 hari, lalu setelah itu menurun. “Kematian akibat gumboro bisa mencapai 20-30 % bahkan sampai 40 % bila ada infeksi sekunder. Ayam bisa tidak tercapai puncak produksi bila tidak dilakukan seleksi berat badan karena gumboro menjadi penyebab keseragaman dan standar berat badan tidak tercapai. Namun perubahan dari gejala utama penyakit yang disebabkan oleh virus genus Birnavirus dan menyerang ayam muda terutama pada umur 4-6 minggu sampai saat ini tidak ada,” paparnya.

Damar menyebut, gumboro bisa menjadi pencetus datangnya penyakit lain atau sebaliknya gumboro ditimbulkan dari penyakit lain. Gumboro bisa sebagai pencetus penyakit ND (Newcastle Disease) karena pabrik kekebalan di bursa fabricius di rusak oleh virus ini yang bersifat imunosupresif sehingga kekebalan terhadap virus ND rendah maka apabila ada tantangan virus lapang yang lebih tinggi dari antibodi dari ayam itu sendiri, otomatis ayam terserang penyakit ND. Sebaliknya penyakit coccidiosis bisa menjadi pemicu timbulnya gumboro. Pada kasus coccidiosis terjadi pendarahan yang keluar bersama kotoran yang sering disebut kasus berak darah. Padahal dalam darah terdapat antibodi terhadap gumboro dan kecukupan nutrisi dari proses metabolisme, sehingga jika kondisi ayam lemah, antibodi terhadap gumboro berkurang lalu timbul gumboro.

Tips Agar Ayam Petelur Tidak Gampang Mati

Dewasa ini tidak sedikit peternak yang mengalami kerugian pada peter­ nakan ayamnya karena manajemen pemeliharaan yang kurang optimal, sehingga penyakit masuk dengan mudahnya. Technical Service Manager PT Hendrix Genetics Indonesia, Erwan Julianto mengata­ kan, situasi sekarang ini di Indonesia menuntut peternak layer (ayam petelur) harus mem­ perkuat benteng pertahanan di farm.

Tips Agar Ayam Petelur Tidak Gampang Mati

Benteng yang dimaksud adalah sistem pertahanan meliputi biosekuriti yang tepat dan benar, strategi vaksinasi, manajemen yang baik dan ayam yang tangguh. Hal ini dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi bukan secara parsial. Penyakit dan challenge yang datang dari dalam maupun luar farm bisa mengancam kapan saja.

“Di Indonesia, bisa dibilang challenge penyakit sangat tinggi. Oleh karenanya, tak heran program medikasi dan program vaksinasinya, termasuk cukup banyak,” ujar Erwan.

Biosekuriti di farm adalah hal yang mendasar (fundamental), merupakan pondasi benteng pertahanan dan tidak tergantikan. Terlebih saat ayam baru datang dan di minggu­ minggu awal sistem pertahanan tubuh belum berkembang baik (early infection menjadi ancaman), perubahan cuaca dan juga tingkat stres ayam yang tinggi di saat awal produksi merupakan celah masuknya penyakit. Erwan juga menyampaikan, biosekuriti tidak bisa digantikan dengan vaksin maupun antibiotik. Namun, kenyataannya di lapangan biosekuriti yang dijalankan sebagian besar peternak masih setengah­setengah (belum optimal).

“Peternak seringkali hanya sekadar menyemprot desinfektan saja, atau membatasi dan mengontrol orang luar yang datang saja tetapi terkadang kurang konsen dengan pera­ latan, perkandangan dan karyawan yang juga merupakan faktor kunci pencegahan penya­ kit, karena biosekuriti tidak sebatas itu dan menghendaki totalitas. Hal ini menyebabkan, biosekuriti yang mereka jalankan belum bisa optimal sebagai benteng pencegah,” tukasnya.

Dengan kondisi demikian, menurut Erwan, mau tidak mau ayam harus dibuat lebih tahan dari tantangan stres dan penya­kit.

Dari sisi manajemen, seoptimal mungkin ayam harus robust (kuat/tangguh) dari awal, tidak hanya lebih tahan terhadap penyakit dan tingkat stres, namun juga kuat produksinya, kuat makannya (kemampuan mencapai feed intake sesuai standar), dan kuat menghadapi perubahan cuaca. “Jadi jangan hanya main senjata dengan pemberian vaksin dan antibiotik, sementara dari sisi ayam­nya dilupakan. Kita bisa membuat ayam menjadi kuat dan tangguh, minimal jika ada serangan dari luar, tidak langsung berdampak parah,” jelas Erwan.

Mencapai Berat Badan
Erwan menerangkan, salah satu faktor agar ayam lebih kuat dan tangguh adalah tercapainya berat badan di umur 5 minggu. “Ini bukan lagi gold periode tapi diamond periode bagi layer modern. Sehingga ini tidak bisa ditawar lagi, umur 5 minggu atau paling telat 6 minggu semuanya harus mencapai berat badan sesuai standar (sekitar 400 gram). Di 5 minggu awal akan lebih baik menggunakan standar rataan berat badan maksimum daripada minimum karena untuk mengamankan ayam yang terkecil,” sebutnya. Kemudian, uniformity (keseragaman) di umur 16 minggu sebesar 85 persen. Lalu kenaikan berat badan sekitar 300 gram saat antara produksi 5 persen(1,5 kg) hingga puncak 96 persen (1,8 kg), yang artinya ayam telah mencapai physical maturity.

Perkembangan selama 5 minggu pertama atau 6 minggu pertama adalah perkembangan yang mendasar dan vital seperti sistem kekebalan (immune system), dan saluran pencernaan (digestive tract). Jika terjadi kegagalan di umur tersebut sifatnya permanen, dimana tidak bisa lagi diperbaiki pada umur-­umur berikutnya.

“Untuk itu, agar tidak terjadi kegagalan kita harus berinvestasi di umur tersebut, seperti membuat kandang dan sistem brooding yang bagus,’’terangnya. Tak hanya itu, penting juga diperhatikan mengenai skeletal development. Salah satu ciri ayam layer modern adalah meningkat­ nya kebutuhan kalsium, ini disebabkan oleh produksi yang tinggi dan masa produksi lebih panjang (longer cycle), padahal besar frame dan berat badan ayam tetap (sampai akhir sekitar 2 kg). Ayam menyimpan cadangan kalsium di dalam tulang saat produksi. Kalau perkembangan tulang skeletal­nya dari awal tidak baik atau terganggu, maka ayam tidak bisa menyimpan kalsium dengan baik. “Akibatnya ketika produksi, ayam rentan/rapuh yang menyebabkan daya tahan produksi (persistensi) kurang, baik biasanya habis puncak langsung anjlok juga kualitas kerabang cepat turun,” pungkasnya.

Uniformity
Perkembangan genetik layer modern saat ini lebih fokus untuk peningkatan produksi yang luar biasa sehingga pencapaian efisiensi sampai titik optimum. “Pemeliharaan layer sekarang berbeda dengan yang dulu. Jika dibagi dengan lama hidup ayam layer modern, ke depan hampir setiap hari bertelur,” jelas Erwan.

Menurutnya, tuntutan ke depan uni- formity (keseragaman) bisa mencapai 90 %, meski saat ini 85 % sudah cukup baik. Namun yang perlu digarisbawahi dalam satu flok adalah ayam yang terkecil dan yang terbesar. “Flok jangan dilihat dari uniformity-nya saja, sangat dianjurkan untuk layer modern juga harus diperhatikan adalah seberapa besar beda (range) berat badan antara yang kecil dan yang besar,” paparnya.

Erwan menjelaskan, tidak ada formula pakan atau manajemen yang bisa memuaskan semua ayam. Dalam artian jika flok bervariasi, formulasi pakan tidak bisa mengatasinya.

“Bisa saja cocok untuk ayam yang beratnya rata-rata, namun untuk ayam yang besar dan kecil bisa jadi kurang atau berlebih, oleh sebab itu semakin kecil range perbedaan di flok akan semakin memudahkan manajemen pemberian pakan,” ujarnya.

Peran Serikat Karyawan di RUU BUMN

Konflik Serikat Karyawan (SK) BUMN dengan manaje- men belakangan menunjukkan tensi meningkat. Terlihat dari sejumlah konflik yang terjadi seperti SK Iglas, SK Pertagas, SK Garuda, dan pada akhir Juni kemarin adalah SK Semen Indonesia dengan manajemen perusahaan semen pelat merah tersebut. Menyikapi eskalasi konflik hubungan industrial, perlu adanya revisi UU BUMN.

Bagi karyawan, UU BUMN Nomor 19 tahun 2003 sudah ketinggalan zaman. Untuk penguatan aspirasi karyawan mengenai model bisnis BUMN terbaik, hak karyawan yang diwadahi dalam SK sama sekali tidak mendapatkan peluang. Tiga poin penting RUU BUMN yakni antisipasi bentuk holding dan super holding, penggantian direksi dan ketentuan anak usaha BUMN memang cukup penting.

Namun perlu mempertimbangkan lagi satu isu, yakni mengakomodasi aspirasi serikat karyawan. Sebab serikat karyawan yang paling tahu operasional holding dan atau super holding serta kualifikasi calon direksi dan rencana pendirian anak usaha BUMN. Ironis, ruang SK begitu dinafikan dalam UU BUMN saat ini. Tampak nyata kedudukan SK begitu termarginalisasi karena hanya disinggung dalam satu pasal dari total 95 pasal UU BUMN eksisting.

BUMN

Judul Bab IX Pasal 87 pun sebenarnya tidak menyinggung karyawan karena dibunyikan lain yaitu ketentuan lain-lain. Momentum RUU BUMN ini sebetulnya ruang representatif bagi DPR untuk mewadahi aspirasi SK karena begitu khususnya kedudukan SK BUMN. Ruang SK BUMN bukan berada dalam lingkup UU Nomor 13/2003 tentang Ketenagakerjaan namun harus secara spesifik sebagai satu kesatuan dalam UU BUMN karena faktanya menjadi mitra strategis pada tingkat operasional.

Analoginya seperti halnya UU BUMN yang berlaku khusus (lex specialist), namun juga bersanding UU Nomor 40/2007 tentang Perseroan Terbatas yang juga menjadi rujukan BUMN yang berbentuk PT. Muara utama perselisihan serikat karyawan dan direksi terletak pada persoalan figur utama pengurus BUMN. Bagi BUMN, masamasa kekosongan di jabatan menjadi lahan subur transaksional dan banyak sekali direksi bukan berasal dari karyawan karier, tapi karena kepentingan tertentu.

Akhir-akhir ini kekosongan direksi BUMN dan komisaris memunculkan pertanyaan mendasar dan kini liar. Apakah BUMN boleh dan diizinkan negara dalam keadaan kosong tanpa pucuk pimpinan dan juga pengawasn? Seperti apa kewenangan pejabat sementara dan antisipasi Kementerian BUMN? Lihat saja saat ini terjadi kekosongan posisi dirut.

Seperti di Pertamina sejak 20 April 2018, lantas Pertagas yang sejak 16 Mei 2018 tidak ada posisi nomor satu. Kalaupun serikat karyawan memberi usulan nama direksi ke Kementerian BUMN pasti tidak dianggap. Karena jalur serikat karyawan tidak kompeten.

Berdasarkan ketentuan Kementerian BUMN, pemusatan karyawan berbakat menjadi direksi BUMN menjadi kewenangan Kementerian dengan memakai metode asesmen dan fit and proper. Ini ada di dalam Peraturan Menteri (Permen) BUMN Nomor PER-03/ MBU/02/2015 tentang Persyaratan, Tata Cara Pengangkatan, dan Pemberhentian Anggota Direksi BUMN. Sayang, aroma transaksional begitu kentara, karena pelaksanaannya ditentukan basis masukan pihak eksternal.

Ada Surat Edaran (SE) No. S-147/MBU/02/2016 tanggal 25 Februari 2016 tentang penunjukkan enam lembaga profesional dalam Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) untuk memilih bakal calon Direksi BUMN.

Saat ini pemetaan bakal calon Direksi BUMN justru lengkap berada di tangan enam lembaga profesional yang sebetulnya konsultan psikologi, yaitu Assessment Center Indonesia PT Telekomunikasi Indonesia, Lembaga Management Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, PT Bina Potensia Indonesia, PT Binaman Utama – PPM, PT Daya Dimensi Indonesia dan PT Eshael Indonesia. Memahami dinamika Sebenarnya metode ini berisiko tinggi karena maju, mundur dan nasib BUMN terletak di tangan konsultan.

Maka yang terjadi pemilihan calon Direksi BUMN yang sangat strategis hanya berlandaskan kemampuan kognitif dan akademik berdasarkan hasil ujian dan wawancara. Ironis, sebab lembaga profesional itu miskin pengetahuan teknis ke-BUMNan dan tentu saja tidak mengetahui substansi budaya dan dinamika dalam organisasi BUMN. Akhirnya, saat ini beredar kabar untuk menjadi direksi pada BUMN cukup mudah.

Hanya perlu kenal dengan lembaga profesional tersebut dan mengetahui bagaimana trik menyelesaikan tes psikologi. Tragisnya lembaga tersebut juga melayani pelatihan untuk menyelesaikan soal menjadi bakal calon Direksi BUMN seperti joki dalam ujian masuk mahasiswa baru. Dalam UU BUMN yang baru, hal ini harus diawasi DPR dengan mengakomodasi aspirasi SK.

Munculnya Permen BUMN Nomor PER-03/MBU/02/2015 tentang Persyaratan, Tata Cara Pengangkatan, dan Pemberhentian Anggota Direksi BUMN sangat berlawanan dengan peraturan di atasnya yakni Inpres Nomor 8/2005 tentang Pengangkatan Anggota Direksi dan/ atau Komisaris/Dewan Pengawas BUMN.

Inpres 2005 mewajibkan setelah calon direksi diusulkan Kementerian BUMN, masih ada tahapan diuji tim penilai akhir (TPA) yang dipimpin Presiden. Sejatinya, karyawan BUMN dan serikat karyawan bisa menjadi mitra penting untuk memberikan masukan kepada kandidat pemimpin BUMN masa depan dan pasti mengerti betul kebutuhan spesifik atau karakter pemimpin yang dikehendaki.

Serikat karyawan lah yang memahami dinamika dan bisnis inti BUMN bersangkutan. Serikat karyawan punya kepentingan supaya BUMN tempat bekerja tidak terjebak alur transaksional yang merugikan. Peran serikat karyawan menjadi penting, mengingat nilai BUMN saat ini demikian signifikan dan substansial karena total nilai asetnya pada 2017 mencapai Rp 7.212 triliun.

Naik sangat tinggi dibanding tahun 2016 yang masih berada di posisi Rp 5.632 triliun. Target pendapatan BUMN tahun ini juga berat di tengah pelemahan ekonomi Indonesia, yakni harus mendapatkan Rp 2.200 triliun dan laba bersih konsolidasi sekitar Rp 215 triliun.

Tidak berlebihan apabila RUU BUMN adalah harapan serikat karyawan dan harus menjadi pertimbangan DPR bahwa aspirasi serikat karyawan bisa diakomodasi. Jika serikat karyawan terlibat, maka jaminan pengelolaan BUMN yang baik akan lebih dijaga dengan tetap melaksanakan prinsip yang disepakati.

Seperti profesional, efisien, transparan, mandiri, akuntabel, bertanggung-jawab dan wajar. Saat ini memperoleh tujuh prinsip dasar tata kelola operasional dan manajerial BUMN itu seperti mencari jarum dalam jerami.

Yang ada adalah pengelolaan yang buruk dan asal-asalan karena BUMN menjadi lahan mengambil keuntungan. BUMN saat ini seolah masuk dalam rezim satu ke rezim yang lain. Semoga dengan adanya RUU BUMN menjadi awal kebaikan BUMN dengan melibatkan serikat karyawan.